Kamis, 26 Februari 2009

Mawarku

Akhirnya masa SMP. Merokokku semakin kenceng aja. Apalagi aku masih sendiri.. Jomblo istilah sekarangnya.

Oiya, gak nyangka juga ternyata setelah ditolak Rani, aku jadi lebih semangat belajar. Sampai juara Kabupaten lho. Juara dua pelajar teladan SD sekabupaten. Juara satunya Dian. Anak Kepala P&K Kabupaten. KKN pasti.. Sirik ya..tapi lumayanlah juara dua juga gak apa. Apalagi anak sebandel aku ini. Yg rajin belajar kalau sedang patah hati saja.

Selain juara kelas aku juga jago melukis. Waktu itu. Sekarang gak ada bekasnya, kecuali kalau Dian Sastro mau dilukis kayak di film Titanic itu, aku terpaksa mau hehehe.

Anak-anak cewek sekompleks banyak yg ngefans karena tahu aku agak seniman. Banyak yg minta diajarin kalau pas ada tugas gambar. Yawdah aku gambarin ..gundala putra petir..mandala pendekar siluman ular, sampai nyontek cover adegan silat Asmaraman Kho Ping Ho. Aku juga ngefan banget sama gaya lukisnya Yan Mintaraga. Ok punya.

Jadi, group cewek itu cuma suka lukisanku atau pas mau minjam komikku. Kalau pas ada acara rujakan yg diajak selalu Jaka dan Tony. Mungkin takut aku habisin sambelnya sebelum mangganya dikupas. Aku emang jago mam sambel. Gak ada yg ngalahin. Pernah diadu sama kakak2 senior, mam tahu sepotong, cabenya sampai sepuluh. mam bakso satu mangkok sambelnya sebotol.

Tapi ada satu anak cewek yg selalu baik padaku. Tetangga sebelah rumah persis. Namanya Mawar. Anaknya Om Said. Hitam manis dan selalu full senyum. Tulus. Ciri khas orang baik. Mawarku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar