Semuanya jadi kacau setelah malam api unggun itu. Aku benar-benar jatuh cinta. Gabungan semua perasaan kagum dan penasaran.
Semakin kuat perasaan itu ..dan biasanya. cewe kalau diperhatiin ..makin menarik..gak tahu terbuat dari apa kaum hawa itu.
Yawdah. Aku mulai pendekatan. Tapi kan malu sama abangnya? Baru sadar sekarang kenapa gak minta dicomblangin aja ya. Memang gak semudah itu. Abangnya mengenal aku sebagai anak cuek dan bandel. Mana ada anak SD sudah merokok. Poin plusku hanya satu : aku bisa nerangin semua hal karena aku suka banget baca. Jadi ibarat wikipedia berjalanlah. Kalau ngisi TTS selalu penuh dan betul.
Sampai kejadian memalukan itu. Aku dah gak tahan pengen menyatakan cintaku. Sebagai cowok cuek, mana bisa merayu. Akhirnya kutulislah semua perasaan ini. Tujuh lembar plus puisi. Disemprot parfum Anais punya mbakku.
Kurirnya PRT ku. Antar PRT kan kompak. Mereka punya jaringan dan komuniti yg solid. Pesanku: jangan sampai ada yg tahu. Top secret.
Tiga hari berlalu. Seminggu. No reply. Tapi terasa ada perubahan. Dia pindah tempat duduk. Tuker sama abangnya.
Perasaanku semakin gak enak. Tapi menurut psikologi, wanita kan memang begitu. Susah ditebak dan penuh misteri.
Akhirnya, datang juga jawabannya . Pas dua minggu. Dan ditolak. Walaupun ada embel-embel permintaan maaf yg sangat. Aku masih hijau, katanya, dan ingin konsentrasi ke pelajaran dulu. Gombal.
Hatiku remuk redam. Tiga hari gak masuk sekolah. Patah hati total.
Dan ada yg senyam-senyum. Pembantuku. Awas ya. Jangan sampai ada yg tahu kejadian ini.
Tapi besoknya. Semua memandangku dgn senyum ngece. Mbakku. Adik-adikku. Ibuku. Bahkan Bapakku yg paling cuek juga tersenyum sambil bisik-bisik jika aku lewat.
Nggak adil. Masa orang patah hati malah diketawain. Kejamnya dunia....
Kamis, 19 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar