Aku mau menyelesaikan kisah mawarku.. Masuk SMA Mawar pindah karena ortunya mengajukan pensiun dini. Mau jadi wiraswasta. Mawar kelihatan sedih banget.
Sebagai sobat yg baik, aku harus menenangkan dia khan. Oia aku juga sdh berubah. Lepas SMP aku benar-benar berupaya jadi real gentlemen. Gak ada lagi kata2 yg yg nyelekit. Terutama kepada ladies. Perlakukan mereka sebagaimana mestinya.
Kepada mawar aku bilang, biarpun kita jauh tapi tetap harus intouch. Aku kan tetap jadi sobat baikmu dan akan selalu mengingatmu. Klise banget ya. Tapi dia langsung tersenyum. keep in touch.
Mawar benar-benar bagaikan mawar yg tidak pernah ingkar janji atapun menusukkan duri. Baik dan penyayang. Gak seperti ponakanku, baik dan sayang pas kalau minta jatah pulsa saja.
Dia rajin banget nulis surat walaupun jarang kubalas. Kadang nelpon. Belum ada HP waktu itu. Nelpon juga harus ke wartel karena penetrasi telpon belum merata.
Kita melompat ke masa kuliah. akhirnya kami bertemu lagi setelah dia ngambil D3 di Malang. Aku pas kuliah tinggal sendirian karena Ortu pindah ke SBY. Mawar sering datang ke rumah. Bawa brownies. Bawa es krim. Bawa apa saja yg aku suka. Padahal apa2 aku suka :-)
Bahkan kala aku gak di rumah. Dan gak bisa dihubungi lewat HT 2 meteran. Pas aku pulang malam dia gak bisa nunggu. Ada kue dengan pesan: semoga kamu suka.
Kalau ada tugas buat laporan. Mawar yg ngetik, aku molor. Selesai mengetik dia pulang tapi gak tega membangunkanku. Hanya ada pesan di atas bantal : aku pulang ya.
Kami dekat. Sahabat. Gak ada komitment. Gak ada french kissing. Aku hanya memeluknya. Mencium keningnya, pipinya, saat ia selesai mengetik tugasku.
Dan saat ia tahu aku lagi kasmaran sama seseorang, ia memberiku kesempatan, tidak ke rumah tapi tetap kirim kabar. Juga kirim lagu, karena ia seorang penyiar radio. Kalau aku lagi patah.putus ama pacar, dia selalu ada. Menemani dan membuatku tersenyum.
Mawar putihku..
Jumat, 27 Februari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar