Rabu, 18 Februari 2009

masih jilid5

Jilid 5 dan aku masih kelas 6 SD. Entar jadi 50 jilid deh kayaknya. Yo wiss lanjut mang.

Rani namanya. Blasteran Sulawesi Sunda. Rambut ikal kaya bapanya. Wajah cantik priangan. Bodi jaipongan. U know what i mean :-).

Awalnya biasa saja. Tapi menurut teman2 dia koq cakep ya. Masa sich. Coba aku lirik ke bangku bis sekolah depanku persis.. Ternyata ia memang wajib dipandang. Jarang kan lihat wajah sunda tapi kerli. Dan bulu2 halus di lehernya .. mirip siapa yah .. Bintang strawberry..lupa ak namanya. Tapi bodynya lebih berisi. Terutama bagian lengan. Khas priangan.

Dan ternyata, yang paling heboh, dia telah menolak seluruh cowok-cowok kece se Arazoe. Luar biasa. Penasaran banget.

Yang jadi masalah dia adik sobatku Dewo. Kayaknya gak etis yah pacaran sama adik teman ataw iparan sama sobat kita. Entar kalo ada apa2 kan ribet? Ini yang membuat sedikit tertundanya gerakan-gerakan tanpa bola untuk mulai pendekatan sama Rani.

Rupanya aku sudah mulai bisa menilai semua resiko yg mungkin timbul. Bakat alami pada usia dini. Aku kelas 6 SD. Dewo kelas 5. Rani kelas 4, dengan reputasi telah mematahkan hati banyak pria muda SD s/d SMP.

Rasa tertarik itu semakin kuat setelah tahu dia ternyata cerdas. Pria suka jatuh cinta pada wanita cantik dan smart. Bayangin, rangking satu di kelas 3 thn berturut-turut, juara lomba puisi, juara prosa, nyanyi,deelel. Dan seperti yg ku duga. Dia pintar menari.

Ada acara api unggun pas kemping sekolah. Semua regu menunjukkan kebolehannya. Aku menunjukkan kehebatanku : naik sepeda BMW akrobatik. Yang cewe juga unjuk kelebihan masing-masing. Anak cowok nyari2 kesempatan ngintip celana dalam , kalau ceweknya lengah.

Busyet.Tiba-tiba ada yg menari. Lagunya manuk dadali ciptaan sambas. Manuk dadali..sambil geol..melirik..meliuk..Ada siluet di balik api unggun. Malam itu aku jatuh cinta. Sangat...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar