Aku sayang kamu. Sangat sayang. Every single second I think of you. Kan menggendongmu ke mana-mana nya mbah Surip. Enak toh..empuk toh...?
Satu pintaku jangan membuatku cemburu..Aku bukan tipe pendendam. Pemaaf nomor satu. Kalau aku cemburu..secara otomatis kukan memaafkanmu...melupakan semuanya..sampai file completely erased...
Dan tak ada lagi cemburu...hanya ada maaf...
Senin, 13 Juli 2009
Kamis, 18 Juni 2009
Ken Arok ...Feelings
Aku bisa membayangkan bagaimana perasaan Ken Arok saat melihat seberkas sinar yg keluar dari betis Ken dedes. Rruarbiasa.
Tadi siang aku juga mengalami hal kecil yg luar biasa. Melihat sinar indah itu. Singkat namun membuatku gundah gulana. Anehnya ...semuanya mengingatkanku padamu. Rambut panjangnya. Semampai tubuhnya. Mulus pahanya (sensor)....
Jadi penasaran. Apakah dia juga punya tahi lalat seperti milikmu....
Sementara Robin William masih melantunkan :
I just wanna feel real love,
Feel the home that I live in,
I got too much love,
Running through my veins,
going to waste.
I just wanna feel real love,
In a life ever after
There's a hole in my soul,
You can see it in my face,
it's a real big place.
Tadi siang aku juga mengalami hal kecil yg luar biasa. Melihat sinar indah itu. Singkat namun membuatku gundah gulana. Anehnya ...semuanya mengingatkanku padamu. Rambut panjangnya. Semampai tubuhnya. Mulus pahanya (sensor)....
Jadi penasaran. Apakah dia juga punya tahi lalat seperti milikmu....
Sementara Robin William masih melantunkan :
I just wanna feel real love,
Feel the home that I live in,
I got too much love,
Running through my veins,
going to waste.
I just wanna feel real love,
In a life ever after
There's a hole in my soul,
You can see it in my face,
it's a real big place.
Minggu, 14 Juni 2009
Pernah ada cinta... masih rindu
Aku menginjak gas lebih dalam lagi. Jalanan ini mendaki dan berkelok. Mengular ke kanan kiri. Mata memandang indahnya hijau rumpun bambu dan sawah. Kaya di Bali tapi bukan . Nun di sebelah kiri menghadang samudra biru. Kita menuju ke sana.
Semakin dekat. Aku masih memandangmu di sela konsentrasi menyetir. Wajahmu tetap ayu. Pesona khas wanita aristokrat Jawa. Kita semakin dekat dan matahari senja mengiringi di samping. Oh dunia yang indah.
Tanganmu yg lentik langsing trus menekan pahaku. Kita diam hening menuju matahari. Akhirnya sampai kita di pondok atau cottage atau apapun namanya. Benar-benar elok. Di ujung bukit dibawahnya persis hamparan lautan jawa. Debur ombak selatan bermain di bawah kita. Kuinginin mencumbumu segera.
Pondok ini gaya arsitektur tradisional. Campuran bali tapi interiornya jepang, lengkap dg tatami. Minimalis. Ada big screen LCD . Kulkas isinya jus segar.
Aku masih lebih ingin memelukmu. Nafasmu harum. Bibirmu basah nan nikmat. Rambutmu selalu patuh. Membelai mengikuti setiap gerakan kita. I love you. Aku gak bisa melepasmu.
Di bawah ombak masih menderu2 seiring gejolak cinta panas membara. Tak ada kata. Hanya cinta dan tatapanmu.
Besok kita kan disambut burung dan embun pagi ..tapi semuanya tak seindah senyummu setelah bercinta ... Haikkk domo arigato.........
Semakin dekat. Aku masih memandangmu di sela konsentrasi menyetir. Wajahmu tetap ayu. Pesona khas wanita aristokrat Jawa. Kita semakin dekat dan matahari senja mengiringi di samping. Oh dunia yang indah.
Tanganmu yg lentik langsing trus menekan pahaku. Kita diam hening menuju matahari. Akhirnya sampai kita di pondok atau cottage atau apapun namanya. Benar-benar elok. Di ujung bukit dibawahnya persis hamparan lautan jawa. Debur ombak selatan bermain di bawah kita. Kuinginin mencumbumu segera.
Pondok ini gaya arsitektur tradisional. Campuran bali tapi interiornya jepang, lengkap dg tatami. Minimalis. Ada big screen LCD . Kulkas isinya jus segar.
Aku masih lebih ingin memelukmu. Nafasmu harum. Bibirmu basah nan nikmat. Rambutmu selalu patuh. Membelai mengikuti setiap gerakan kita. I love you. Aku gak bisa melepasmu.
Di bawah ombak masih menderu2 seiring gejolak cinta panas membara. Tak ada kata. Hanya cinta dan tatapanmu.
Besok kita kan disambut burung dan embun pagi ..tapi semuanya tak seindah senyummu setelah bercinta ... Haikkk domo arigato.........
Kamis, 23 April 2009
Rindu...
Ini bukan tentang tentang Rindu yg anak sastra itu. Ini tentang rinduku padamu.
Harus kuakui aku masih sering merasakan rindu yg sangat padamu. Teringat semua perjalanan kita. Setiap lewat di tempat kita dulu sering singgahi, ada rasa itu.
I miss U so so much.
Mungkin semua itu tinggal masa lalu yang indah. Aku benar2 menginginkanmu. Tapi tak mungkin karena kau telah menyerahkan dirimu ke pelukan yg lain..
Semoga setelah menulis ini ..rasa itu semakin berkurang.. aku membayangkan ciumanmu yg luar biasa..dan semua itu bukan untukku lagi.
Have a nice weekend.
No sex after dugem ya...do it beforehand ....
Harus kuakui aku masih sering merasakan rindu yg sangat padamu. Teringat semua perjalanan kita. Setiap lewat di tempat kita dulu sering singgahi, ada rasa itu.
I miss U so so much.
Mungkin semua itu tinggal masa lalu yang indah. Aku benar2 menginginkanmu. Tapi tak mungkin karena kau telah menyerahkan dirimu ke pelukan yg lain..
Semoga setelah menulis ini ..rasa itu semakin berkurang.. aku membayangkan ciumanmu yg luar biasa..dan semua itu bukan untukku lagi.
Have a nice weekend.
No sex after dugem ya...do it beforehand ....
Kamis, 02 April 2009
RINDU..
Anak-anak Teknik suka pacaran sama anak Sastra. TEXAS. Teknis Sastra. Dulu ada juga novel Remi Silado judulnya OREXAS. Organisasi Sex Bebas. Anggotanya Buce Batman. Buka celana buat makan. Udin Petot, Victor Sujono, dan lain2. Markasnya di SARLALA DOYOT. Sarang laki2 doyan genjot :-)
Rindu namanya. Koq selalu begini sih mulainya. Bosen. Kaya baca HC Andersen: once upon a time...
Aku memanggilnya Rindu. Anak Sastra. Lebih senior dari aku 2 tahun. Anak Merauke. Jangan membayangkan rambut yg keriting dan kulit legam Polinesia. Cantik eh manies mirip Dyah Permatasari. Peranakan ayah Bugis ibu Jawa.
Ini akan menjadi kisah cinta segitiga yg rumit. Membuatku belajar betapa sulitnya memahami wanita. Dan semua wanita itu rumit dan misterius di balik keindahannya.
Aku perlu weekend yg santai untuk melanjutkan ini.....
Rindu namanya. Koq selalu begini sih mulainya. Bosen. Kaya baca HC Andersen: once upon a time...
Aku memanggilnya Rindu. Anak Sastra. Lebih senior dari aku 2 tahun. Anak Merauke. Jangan membayangkan rambut yg keriting dan kulit legam Polinesia. Cantik eh manies mirip Dyah Permatasari. Peranakan ayah Bugis ibu Jawa.
Ini akan menjadi kisah cinta segitiga yg rumit. Membuatku belajar betapa sulitnya memahami wanita. Dan semua wanita itu rumit dan misterius di balik keindahannya.
Aku perlu weekend yg santai untuk melanjutkan ini.....
Selasa, 17 Maret 2009
Selamat jalan mawarmu
Cukup lama aku gak menulis. Kehabisan cerita. Mungkin juga karena aku harus menuliskan bagian ini.
Bulan Oktober tahun 08 aku mendengar kabar sedih tentang Mawar. Dia sakit keras. Aku berupaya untuk kontak dia tapi gak berhasil.
Terakhir aku ketemu Mawar sudah lama sekali. Di Bali. Waktu itu aku sangat sibuk dgn kehidupan yg asyik. Muda, sehat, kerja ok, banyak teman, dan di Bali.
Saat itu Mawar nelpon dan pengen ketemu. Aku yg sok sibuk gak begitu menanggapi. Ya aku selalu cuek dgn Mawar. Dari dulu. Dan Mawar tetap baik dan perhatian padaku.
Akhirnya dia sedikit memaksa untuk ketemu. Tiba2 dia dah di Denpasar. Gak konfirmasi dulu. Sementara aku sedang di Bedugul. Biasa...pacaran.
Kita ketemuan di daerah Teuku Umar. Ternyata dia sudah dua hari di Kuta. Menunggu. Kami ngobrol bertiga. Aku, pacarku dan Mawar. Dia terlihat kurang semangat. Gak seperti biasa selalu tersenyum pada siapapun.
Dia bilang: Aku dilamar dan minta ijinku untuk menikah. Aku bisa melihat tanda tanya besar di mata pacarku. Minta ijin? Aku hanya senyum dan bilang : Selamat ya..Aku tentu turut bahagia.
Ada suasana aneh saat mengantarkan Mawar pulang ke hotelnya. Ada adiknya yg menyapaku dan mengajak mampir. Aku gak mampir karena harus melanjutkan weekend yg tertunda di pulau Dewata. Lagu Bob Marley beralun dari jeep ku....No Woman No Cry....evrythin is gonna be alright.
Setelah married Mawar tetap berupaya kirim kabar. Tapi karena aku yg terlalu sibuk akhirnya kita hanya sekali2 say hello. Biasanya juga lewat teman. Gak langsung.
Sampai akhirnya kabar itu datang. Mawar telah pergi. Selamanya. Kanker telah merenggutnya. Di usia yg muda. Meninggalkan 2 anak dan suami yg setia.
Pertanyaan ini selalu muncul saat orang yg baik dipanggilNya lebih dahulu. Kenapa? Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Itulah jawabannya.
Aku hanya bisa mendoakanmu, Sahabatku. Semoga dikau mendapatkan tempat yang terbaik di sisiNya. Di taman CintaNya.
Terlintas, senyum manis Mawarku. Sejuk. Seperti embun pagi di Arazoe. Selamat jalan Mawarku
Bulan Oktober tahun 08 aku mendengar kabar sedih tentang Mawar. Dia sakit keras. Aku berupaya untuk kontak dia tapi gak berhasil.
Terakhir aku ketemu Mawar sudah lama sekali. Di Bali. Waktu itu aku sangat sibuk dgn kehidupan yg asyik. Muda, sehat, kerja ok, banyak teman, dan di Bali.
Saat itu Mawar nelpon dan pengen ketemu. Aku yg sok sibuk gak begitu menanggapi. Ya aku selalu cuek dgn Mawar. Dari dulu. Dan Mawar tetap baik dan perhatian padaku.
Akhirnya dia sedikit memaksa untuk ketemu. Tiba2 dia dah di Denpasar. Gak konfirmasi dulu. Sementara aku sedang di Bedugul. Biasa...pacaran.
Kita ketemuan di daerah Teuku Umar. Ternyata dia sudah dua hari di Kuta. Menunggu. Kami ngobrol bertiga. Aku, pacarku dan Mawar. Dia terlihat kurang semangat. Gak seperti biasa selalu tersenyum pada siapapun.
Dia bilang: Aku dilamar dan minta ijinku untuk menikah. Aku bisa melihat tanda tanya besar di mata pacarku. Minta ijin? Aku hanya senyum dan bilang : Selamat ya..Aku tentu turut bahagia.
Ada suasana aneh saat mengantarkan Mawar pulang ke hotelnya. Ada adiknya yg menyapaku dan mengajak mampir. Aku gak mampir karena harus melanjutkan weekend yg tertunda di pulau Dewata. Lagu Bob Marley beralun dari jeep ku....No Woman No Cry....evrythin is gonna be alright.
Setelah married Mawar tetap berupaya kirim kabar. Tapi karena aku yg terlalu sibuk akhirnya kita hanya sekali2 say hello. Biasanya juga lewat teman. Gak langsung.
Sampai akhirnya kabar itu datang. Mawar telah pergi. Selamanya. Kanker telah merenggutnya. Di usia yg muda. Meninggalkan 2 anak dan suami yg setia.
Pertanyaan ini selalu muncul saat orang yg baik dipanggilNya lebih dahulu. Kenapa? Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Itulah jawabannya.
Aku hanya bisa mendoakanmu, Sahabatku. Semoga dikau mendapatkan tempat yang terbaik di sisiNya. Di taman CintaNya.
Terlintas, senyum manis Mawarku. Sejuk. Seperti embun pagi di Arazoe. Selamat jalan Mawarku
Jumat, 27 Februari 2009
Mawar putihku
Aku mau menyelesaikan kisah mawarku.. Masuk SMA Mawar pindah karena ortunya mengajukan pensiun dini. Mau jadi wiraswasta. Mawar kelihatan sedih banget.
Sebagai sobat yg baik, aku harus menenangkan dia khan. Oia aku juga sdh berubah. Lepas SMP aku benar-benar berupaya jadi real gentlemen. Gak ada lagi kata2 yg yg nyelekit. Terutama kepada ladies. Perlakukan mereka sebagaimana mestinya.
Kepada mawar aku bilang, biarpun kita jauh tapi tetap harus intouch. Aku kan tetap jadi sobat baikmu dan akan selalu mengingatmu. Klise banget ya. Tapi dia langsung tersenyum. keep in touch.
Mawar benar-benar bagaikan mawar yg tidak pernah ingkar janji atapun menusukkan duri. Baik dan penyayang. Gak seperti ponakanku, baik dan sayang pas kalau minta jatah pulsa saja.
Dia rajin banget nulis surat walaupun jarang kubalas. Kadang nelpon. Belum ada HP waktu itu. Nelpon juga harus ke wartel karena penetrasi telpon belum merata.
Kita melompat ke masa kuliah. akhirnya kami bertemu lagi setelah dia ngambil D3 di Malang. Aku pas kuliah tinggal sendirian karena Ortu pindah ke SBY. Mawar sering datang ke rumah. Bawa brownies. Bawa es krim. Bawa apa saja yg aku suka. Padahal apa2 aku suka :-)
Bahkan kala aku gak di rumah. Dan gak bisa dihubungi lewat HT 2 meteran. Pas aku pulang malam dia gak bisa nunggu. Ada kue dengan pesan: semoga kamu suka.
Kalau ada tugas buat laporan. Mawar yg ngetik, aku molor. Selesai mengetik dia pulang tapi gak tega membangunkanku. Hanya ada pesan di atas bantal : aku pulang ya.
Kami dekat. Sahabat. Gak ada komitment. Gak ada french kissing. Aku hanya memeluknya. Mencium keningnya, pipinya, saat ia selesai mengetik tugasku.
Dan saat ia tahu aku lagi kasmaran sama seseorang, ia memberiku kesempatan, tidak ke rumah tapi tetap kirim kabar. Juga kirim lagu, karena ia seorang penyiar radio. Kalau aku lagi patah.putus ama pacar, dia selalu ada. Menemani dan membuatku tersenyum.
Mawar putihku..
Sebagai sobat yg baik, aku harus menenangkan dia khan. Oia aku juga sdh berubah. Lepas SMP aku benar-benar berupaya jadi real gentlemen. Gak ada lagi kata2 yg yg nyelekit. Terutama kepada ladies. Perlakukan mereka sebagaimana mestinya.
Kepada mawar aku bilang, biarpun kita jauh tapi tetap harus intouch. Aku kan tetap jadi sobat baikmu dan akan selalu mengingatmu. Klise banget ya. Tapi dia langsung tersenyum. keep in touch.
Mawar benar-benar bagaikan mawar yg tidak pernah ingkar janji atapun menusukkan duri. Baik dan penyayang. Gak seperti ponakanku, baik dan sayang pas kalau minta jatah pulsa saja.
Dia rajin banget nulis surat walaupun jarang kubalas. Kadang nelpon. Belum ada HP waktu itu. Nelpon juga harus ke wartel karena penetrasi telpon belum merata.
Kita melompat ke masa kuliah. akhirnya kami bertemu lagi setelah dia ngambil D3 di Malang. Aku pas kuliah tinggal sendirian karena Ortu pindah ke SBY. Mawar sering datang ke rumah. Bawa brownies. Bawa es krim. Bawa apa saja yg aku suka. Padahal apa2 aku suka :-)
Bahkan kala aku gak di rumah. Dan gak bisa dihubungi lewat HT 2 meteran. Pas aku pulang malam dia gak bisa nunggu. Ada kue dengan pesan: semoga kamu suka.
Kalau ada tugas buat laporan. Mawar yg ngetik, aku molor. Selesai mengetik dia pulang tapi gak tega membangunkanku. Hanya ada pesan di atas bantal : aku pulang ya.
Kami dekat. Sahabat. Gak ada komitment. Gak ada french kissing. Aku hanya memeluknya. Mencium keningnya, pipinya, saat ia selesai mengetik tugasku.
Dan saat ia tahu aku lagi kasmaran sama seseorang, ia memberiku kesempatan, tidak ke rumah tapi tetap kirim kabar. Juga kirim lagu, karena ia seorang penyiar radio. Kalau aku lagi patah.putus ama pacar, dia selalu ada. Menemani dan membuatku tersenyum.
Mawar putihku..
Langganan:
Postingan (Atom)