Aku menginjak gas lebih dalam lagi. Jalanan ini mendaki dan berkelok. Mengular ke kanan kiri. Mata memandang indahnya hijau rumpun bambu dan sawah. Kaya di Bali tapi bukan . Nun di sebelah kiri menghadang samudra biru. Kita menuju ke sana.
Semakin dekat. Aku masih memandangmu di sela konsentrasi menyetir. Wajahmu tetap ayu. Pesona khas wanita aristokrat Jawa. Kita semakin dekat dan matahari senja mengiringi di samping. Oh dunia yang indah.
Tanganmu yg lentik langsing trus menekan pahaku. Kita diam hening menuju matahari. Akhirnya sampai kita di pondok atau cottage atau apapun namanya. Benar-benar elok. Di ujung bukit dibawahnya persis hamparan lautan jawa. Debur ombak selatan bermain di bawah kita. Kuinginin mencumbumu segera.
Pondok ini gaya arsitektur tradisional. Campuran bali tapi interiornya jepang, lengkap dg tatami. Minimalis. Ada big screen LCD . Kulkas isinya jus segar.
Aku masih lebih ingin memelukmu. Nafasmu harum. Bibirmu basah nan nikmat. Rambutmu selalu patuh. Membelai mengikuti setiap gerakan kita. I love you. Aku gak bisa melepasmu.
Di bawah ombak masih menderu2 seiring gejolak cinta panas membara. Tak ada kata. Hanya cinta dan tatapanmu.
Besok kita kan disambut burung dan embun pagi ..tapi semuanya tak seindah senyummu setelah bercinta ... Haikkk domo arigato.........
Minggu, 14 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar