Selasa, 06 Januari 2009

statistika tingkat dasar

Setelah pengalaman traumatis dengan drew barrymore, aku jadi lebih lebih dewasa lagi. Karena pengalaman ditolak dalam usia dini membuatku lebih mawas diri. Apalagi peristiwa di gang Danunegaran tadi sampai membuat Ibuku diomelin habis-habisan sama Mamanya Indri. Aku juga sempat menjadi target 'buser' dari Masnya Indri. Sampai harus muter jauh kalau pulang sekolah TK karena gak berani lewat rumah Indri. Traumatis.

Untungnya ada juga yang menghibur saat aku down. Namanya Kismanto. Kelas satu SD tapi usianya 10 tahun karena gak pernah naik kelas. " wis gak usah dipikirno..nek Indri gak gelem..karo Yani wae..masiyo gak sepiro ayu ning Bapak'e nduwe pabrik sendok" begitulah kira-kira kata-kata bijaksana dari teman sejati. Thanks bro u r really realistic plus materialistic hehehe..

Memang butuh waktu jika seorang pria patah hati. Hatiku beku selama masa-masa recovery. Pelampiasannnya main layangan, miara kelinci, berantem ama saudara, dldsb.

Kelas dua SD mesti pindah sekolah karena Bapak harus kembali bekerja. Pindah ke Madura 2 bulan. Masuk sekolah hanya sehari. Berkelahi. Terus gak sekolah lagi. Tiap hari bolos. Nonton tukang obat sama Mbah Kakung.

Kelas 3 SD di Madiun, juga juara bolos. Mesti dikejar-kejar satpam keliling lapangan dulu.

Akhirnya balik lagi ke desa tercinta ..Arasoe. Gak mau sekolah di kota Kabupaten. Sekolah di SD kampung. Jadi jagoan karena temannya kampungan semua. Setiap hari buat konser musik perkusi : bangku, tempat pinsil, tas sekolah plastik-merk echolac (?)- digeber. Lagunya Oma Irama. Asyiik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar