Karena gak pernah masuk sekolah akhirnya aku dipindahkan ke sekolah Kabupaten. Naik bus sekolah. Bangun jam 5 pagi. Berangkat jam 6 teng. Urutan tempat duduk sesuai kepangkatan bapaknya. Benar-benar feodalisme. Peninggalan kolonialisme yg masih terasa di BUMN-BUMN ex Belanda.
Alhamdulillah aku duduk di barisan ke 3. Kursi nomor 9 & 10. Kursi 1-4 anak ADM. Administratur. The big boss. Anaknya empat: pertama cewek, kedua cewek, 3&4 cowok kembar.
Di sampingku duduk Sarah. Anaknya gendut. Kalau berangkat pagi hari masih wangi bedak bayi. Siangan dikit, keleknya agak kecut. Belum musim rexona aktif waktu itu. Kayanya sih dia naksir berat ke aku. Sering deket2. kadang nempel dikit. Aku sangat keberatan. Terutama pas pulang sekolah. Bus sekolah modifikasi truk Hino. Keren koq. Tapi belum pakai AC. Pendinginnya fan. Plus angin sepoi-sepoi jika buka jendela.
Makanya setiap malam usai nonton TV sebelum bobo, aku dan mbakku yg cantik sutt dulu. Siapa besok yg akan duduk di bangku no 10. Dekat Sarah. hehehe. Tapi Sarah gak kehilangan akal. Mbakku dibaik-baikin. Kalau beli es krim. Belinya tiga. Ketahuan pengen tukar tempat duduk dgn mbak. Mau deket melulu sama aku. Sambil makan es krim stroberi. Koq rasanya ada sedikit aroma citrun or lemon ya..
Kamis, 29 Januari 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar