Rabu, 31 Desember 2008

Statistika asmara

Wah judulnya kayak lagu dangdut. Malu-maluin yah. Tapi siapa peduli. Gak ada yg baca selain aku sendiri. Blog ini jadi diaryku yg paling setia.

Tenyata memang menulis itu bisa menyalurkan energi. Ataupun stress. Dari pada masturbasi mending menulis.

Kembali ke judul..tadi aku mau mengingat-ingat kembali. Seberapa sering sih aku jatuh cinta?

Kilas balik apa yg bisa diambil dari memori :

1. Jatuh cinta sama mbak YeKa. Umurku baru 3 - 4 tahun soalnya belum TK. Yg aku ingat bahwa aku suka melihat rambut panjangnya, wangi tubuhnya, senyumnya. anak sekecil itu? setelah gede aku pernah membuka album foto jaman aku balita. Ternyata mbak Yeka nggak secantik bayangan masa kecilku. Tetapi kesukaanku terhadap wanita berambut panjang, tetap.

Akhirnya aku yg meninggalkan kekasihku karena harus ikut babe yg melanjutkan kuliah ke Jogja. Patah hatilah aku. Juga mbak Yeka. Buktinya dia juga pindah ke Bandung. Terus pacaran sama bule. Married. Memang bule dari dulu suka yg hitam manis, gak begitu mancung, rambut panjang lurus. Okay. Ceritanya sampai di situ.

2. Ternyata aku juga bisa tertarik sama yg lebih muda. Sebaya TK. Usiaku 5 tahunan. Jatuh cinta yg kedua kali. Namanya Indri. Wajahnya kaya boneka. Rambut kerli. Kaya drew barrymore waktu main E.T. Kalau susah ngebayanginnya soalnya jadul banget. Coba bayangin pas dia main di Charlie's Angel. Masih belum bisa juga. Yawdah, bayangin dia main di film musikal , judulnya aku lupa, bareng ama Hugh Grant. Lagunya i just want to find my way back into love. Dah?

Betapa cantiknya Indri. Secantik Drew. Makanya aku gemess banget. Bagaimana seorang anak TK bisa menyatakan perasaan itu. Kan belum bisa ngomong I love U beibeh.

Saking gemesnya. Suatu ketika aku melihat Indri berjalan sendirian setelah bubaran TK. Nama TKnya : TK Muhammadiyah Danunegaran, Pojok Beteng Ngayojokarto Hadiningrat. Waktu kecil aku bicaranya gagap. Bbbbbb...terutama pas dalam kondisi tertekan secara emosional. Entah apa yg mendorongku untuk melakukan hal yg sampai sekarang masih kusesali.

Ya. Aku mendekati Indri. Gang itu sempit. Sepi. Hanya aku dan drew barrimoreku. Aku memepet jalannya. Dia menghindar. Akhirnya sampai ke pojokan tikungan gang. Dia gak bisa ke mana-mana lagi. Aku gagap. mau bilang i love u belum bisa. Tiba tiba aku mendorongnya. Kakinya masuk ke selokan gang setinggi pinggang. Boneka cantikku menangis. Airmatanya meleleh di pipi tembemnya. Keringatnya membasahi rambut kerlinya. Cantik sekali.

Rasanya cukup lama aku memandang boneka cantikku itu menangis. Sampai puas. Lalu aku membantunya naik kembali ke jalan gang. Drew Barrymoreku berlari. Walaupun endut dia berlari cukup kencang. Tanpa menoleh lagi. Kalau dia menoleh, Ia akan melihatku bengong. Ndlahom.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar